Cara Mendirikan CV di Wilayah Blitar

Persekutuan Komanditer (Comanditaire Venootschap) atau lebih dikenal dengan istilah CV yakni merupakan persekutuan yang didirikan oleh minimal dua orang yang mempercayakan uang atau barang kepada pihak lain yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Berbeda hal dengan Perseroan Terbatas (PT), pada CV tidak dikenal pembagian penyetoran modal sebagaimana dengan PT. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemisahan kekayaan antara CV dan para pengurusnya. CV merupakan suatu Badan Hukum yang didirikan dengan tujuan untuk memiliki kelegalitas dalam suatu perusahaan agar memudahkan operasional Badan Usaha sehingga cara mendirikan CV juga harus melalui prosedur serta memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan karena mendirikan sebuah CV akan berhubungan dengan peraturan pemerintah. Tujuannya agar resmi legalitasnya.

Cara mendirikan CV suatu perusahaan harus membuat akta pendirian CV di Kantor Notaris terlebih dahulu. Untuk membuat sebuah CV, satu diantara pendiri tersebut akan dijadikan sebagai sekutu aktif dan pendiri lainnya sebagai sekutu pasif. Setelah membuat akta pendirian CV perusahaan di Kantor Notaris, maka daftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri setempat. Setelah mendaftarkan CV di Kantor Pengadilan Negeri, maka harus mengurus SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan). Pengurusan SKDP  dapat dilakukan di kelurahan setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Sebelum mengurus SKDP, maka pastikan bahwa CV yang di dirikan telah memiliki domisili yang tetap. Setelah mengurus SKDP, kemudian diwajibkan untuk mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Untuk mengurus NPWP dapat dilakukan di Kantor Pajak setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Kemudian untuk selanjutnya dapat mengurus surat izin usaha tetap yang sesuai dengan bidang usaha. Prosedur tahap akhir untuk cara mendirikan CV adalah mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Syarat Mendirikan CV

 Syarat yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah CV perusahaan yaitu sebagai berikut :

  1. Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penanggung jawab atau direktur atau pendiri perusahaan. Pendiri perusahaan minimal harus ada dua orang seperti yang sudah dijelaskan di atas
  2. Menyerahkan pass photo dari penanggung jawab perusahaan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan berwarna.
  3. Menyerahkan Fotokopy KK (Kartu Keluarga) milik penanggung jawab atau direktur dari perusahaan
  4. Menyerahkan Surat Keterangan Domisili perusahaan yang didapatkan dari Kantor Kelurahan. Di dalam surat keterangan domisili menjelaskan mengenai alamat lengkap CV. Mengurus surat domisili CV dilakukan setelah mendapatkan akta pendiri CV dari Kantor Notaris
  5. Menyerahkan stempel CV dan materai sebanyak 6 lembar

Keuntungan Mendirikan CV Perusahaan adalah :

Keuntungan dari bidang usaha yang memiliki CV sendiri yaitu akan mudah untuk berkembang dan pengelolaan dari usaha tersebut akan lebih baik karena manajemen akan diduduki oleh otang yang sudah ahli dalam bisang usaha tersebut.

Selain itu, apabila anda memiliki sebuah usaha yang sudah ada CV nya maka bidang usaha anda dapat dipertanggung jawabkan legalitasnya sehingga apabila ada orang yang bertanya terkait tentang status legalitas dari bidang usaha milik anda dapat dibuktikan dengan cara menunjukkan CV yang sudah di buat.

keuntungan dari pembuatan CV lainnya yaitu apabila terjadi kerugian ataupun risiko dari perusahaan, maka dapat ditanggung bersama-sama dengan direktur dan sekutu pasif lainnya. Meskipun cara mendirikan CV memerlukan cara serta syarat yang tidak mudah, namun setelah mendirikan CV akan ada banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Konsultasi ke marketing kami

Mendirikan PT atau CV di Banyuwangi ? Kenali Dulu Perbedaaanya

Dalam memilih bentuk usaha yang akan digunakan, sangat penting untuk mengenal secara detail yang paling tepat dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan. Baik mendirikan PT maupun CV tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal tersebut wajib dipelajari secara khusus agar semua ketentuan serta aturan di dalamnya dapat bisa dipahami.

PT (Perseroan Terbatas) merupakan perusahaan berbadan hukum yang pendiriannya harus sesuai dengan peraturan tertulis di dalam UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas. PT (Perseroan Terbatas) menjadi badan usaha paling banyak digunakan di Indonesia. PT (Perseroan Terbatas) dapat digunakan untuk skala kecil, skala menengah atau skala besar sekalipun. Sementara CV (Perseroan Komanditer)  yakni bukan usaha berbadan hukum karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya. Pada umumnya, CV banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketentuan Pendirian

Untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) Minimal 2 (dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, dalam aturan Penanaman Modal Asing (PMA), Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan sebagai pendiri. Untuk Perseroan Komanditer (CV) tidak memungkinkan WNA sebagai pendirinya. Sama seperti PT, butuh minimal 2 (dua) orang WNI terlibat dalam pendirian CV.

Pemakaian Nama Perusahaan

PT (Perseroan Terbatas) untuk pemakaian nama telah diatur secara khusus dalam Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:

–  Nama Perseroan harus didahului dengan frasa Perseroan Terbatas atau disingkat PT.

–  Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia, hal tersebut trelah diatur dalam PP No 26 Tahun 1998.

CV (Perseroan Komanditer) sendiri tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur hal tersebut. Artinya, nama Perseroan dapat saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Modal Perusahaan

mendirikan PT (Perseroan Terbatas) untuk modal usaha yang digunakan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dimana disebutkan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut :

– Modal dasar minimal RP. 50.000.000 kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.

– Dari modal dasar tersebut, minimal 25% atau sebesar Rp12.500.000 harus sudah ditempatkan dan disetor para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

Dalam pendirian CV, hal tersebut ini tidak diatur dengan ketentuan khusus. Tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV. Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ditentukan dan dicatat secara mandiri pendiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Pesero Aktif dan Pesero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan, dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara, dan Pelayaran.
  • CV memiliki keterbatasan dan hanya bisa melakukan berbagai kegiatan usaha yang terbatas pada bidang tertentu saja, seperti Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan, dan juga Jasa.

KEPENGURUSAN

Untuk PT (Perseroan TerbataS) harus memiliki minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Khusus perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Apabila ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu di antaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau Direktur Utama. Dalam PT, pengurus juga dapat menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal tersebut telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT, akan dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara kepengurusan di dalam CV akan dilakukan minimal 2 (dua) orang, yakni Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Pendirian PT membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses ini harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI serta mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Sementara pada CV (Perseroan Komanditer), pendiriannya dapat berjalan dengan lebih singkat.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaan anda sendiri? Konsultasi bersama kami : whatsapp ke POPJASA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!

Cabang Surabaya : 081233442301

Cabang Mojokerto : 085335552775

Cabang Malang : 085604848110

Cabang Yogyakarta : 082332126669

Mendirikan PT atau CV di Jember ? Kenali Dulu Perbedaaanya

Dalam memilih bentuk usaha yang akan digunakan, sangat penting untuk mengenal secara detail yang paling tepat dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan. Baik mendirikan PT maupun CV tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal tersebut wajib dipelajari secara khusus agar semua ketentuan serta aturan di dalamnya dapat bisa dipahami.

PT (Perseroan Terbatas) merupakan perusahaan berbadan hukum yang pendiriannya harus sesuai dengan peraturan tertulis di dalam UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas. PT (Perseroan Terbatas) menjadi badan usaha paling banyak digunakan di Indonesia. PT (Perseroan Terbatas) dapat digunakan untuk skala kecil, skala menengah atau skala besar sekalipun. Sementara CV (Perseroan Komanditer)  yakni bukan usaha berbadan hukum karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya. Pada umumnya, CV banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketentuan Pendirian

Untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) Minimal 2 (dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, dalam aturan Penanaman Modal Asing (PMA), Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan sebagai pendiri. Untuk Perseroan Komanditer (CV) tidak memungkinkan WNA sebagai pendirinya. Sama seperti PT, butuh minimal 2 (dua) orang WNI terlibat dalam pendirian CV.

Pemakaian Nama Perusahaan

PT (Perseroan Terbatas) untuk pemakaian nama telah diatur secara khusus dalam Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:

–  Nama Perseroan harus didahului dengan frasa Perseroan Terbatas atau disingkat PT.

–  Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia, hal tersebut trelah diatur dalam PP No 26 Tahun 1998.

CV (Perseroan Komanditer) sendiri tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur hal tersebut. Artinya, nama Perseroan dapat saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Modal Perusahaan

mendirikan PT (Perseroan Terbatas) untuk modal usaha yang digunakan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dimana disebutkan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut :

– Modal dasar minimal RP. 50.000.000 kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.

– Dari modal dasar tersebut, minimal 25% atau sebesar Rp12.500.000 harus sudah ditempatkan dan disetor para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

Dalam pendirian CV, hal tersebut ini tidak diatur dengan ketentuan khusus. Tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV. Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ditentukan dan dicatat secara mandiri pendiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Pesero Aktif dan Pesero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan, dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara, dan Pelayaran.
  • CV memiliki keterbatasan dan hanya bisa melakukan berbagai kegiatan usaha yang terbatas pada bidang tertentu saja, seperti Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan, dan juga Jasa.

KEPENGURUSAN

Untuk PT (Perseroan TerbataS) harus memiliki minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Khusus perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Apabila ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu di antaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau Direktur Utama. Dalam PT, pengurus juga dapat menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal tersebut telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT, akan dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara kepengurusan di dalam CV akan dilakukan minimal 2 (dua) orang, yakni Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Pendirian PT membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses ini harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI serta mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Sementara pada CV (Perseroan Komanditer), pendiriannya dapat berjalan dengan lebih singkat.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaan anda sendiri? Konsultasi bersama kami : whatsapp ke POPJASA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!

Cabang Surabaya : 081233442301

Cabang Mojokerto : 085335552775

Cabang Malang : 085604848110

Cabang Yogyakarta : 082332126669

Mendirikan PT atau CV di Pasuruan ? Kenali Dulu Perbedaaanya

Dalam memilih bentuk usaha yang akan digunakan, sangat penting untuk mengenal secara detail yang paling tepat dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan. Baik mendirikan PT maupun CV tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal tersebut wajib dipelajari secara khusus agar semua ketentuan serta aturan di dalamnya dapat bisa dipahami.

PT (Perseroan Terbatas) merupakan perusahaan berbadan hukum yang pendiriannya harus sesuai dengan peraturan tertulis di dalam UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas. PT (Perseroan Terbatas) menjadi badan usaha paling banyak digunakan di Indonesia. PT (Perseroan Terbatas) dapat digunakan untuk skala kecil, skala menengah atau skala besar sekalipun. Sementara CV (Perseroan Komanditer)  yakni bukan usaha berbadan hukum karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya. Pada umumnya, CV banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketentuan Pendirian

Untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) Minimal 2 (dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, dalam aturan Penanaman Modal Asing (PMA), Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan sebagai pendiri. Untuk Perseroan Komanditer (CV) tidak memungkinkan WNA sebagai pendirinya. Sama seperti PT, butuh minimal 2 (dua) orang WNI terlibat dalam pendirian CV.

Pemakaian Nama Perusahaan

PT (Perseroan Terbatas) untuk pemakaian nama telah diatur secara khusus dalam Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:

–  Nama Perseroan harus didahului dengan frasa Perseroan Terbatas atau disingkat PT.

–  Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia, hal tersebut trelah diatur dalam PP No 26 Tahun 1998.

CV (Perseroan Komanditer) sendiri tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur hal tersebut. Artinya, nama Perseroan dapat saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Modal Perusahaan

mendirikan PT (Perseroan Terbatas) untuk modal usaha yang digunakan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dimana disebutkan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut :

– Modal dasar minimal RP. 50.000.000 kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.

– Dari modal dasar tersebut, minimal 25% atau sebesar Rp12.500.000 harus sudah ditempatkan dan disetor para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

Dalam pendirian CV, hal tersebut ini tidak diatur dengan ketentuan khusus. Tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV. Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ditentukan dan dicatat secara mandiri pendiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Pesero Aktif dan Pesero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan, dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara, dan Pelayaran.
  • CV memiliki keterbatasan dan hanya bisa melakukan berbagai kegiatan usaha yang terbatas pada bidang tertentu saja, seperti Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan, dan juga Jasa.

KEPENGURUSAN

Untuk PT (Perseroan TerbataS) harus memiliki minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Khusus perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Apabila ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu di antaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau Direktur Utama. Dalam PT, pengurus juga dapat menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal tersebut telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT, akan dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara kepengurusan di dalam CV akan dilakukan minimal 2 (dua) orang, yakni Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Pendirian PT membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses ini harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI serta mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Sementara pada CV (Perseroan Komanditer), pendiriannya dapat berjalan dengan lebih singkat.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaan anda sendiri? Konsultasi bersama kami : whatsapp ke POPJASA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!

Cabang Surabaya : 081233442301

Cabang Mojokerto : 085335552775

Cabang Malang : 085604848110

Cabang Yogyakarta : 082332126669

Mendirikan PT atau CV di Batu ? Kenali Dulu Perbedaaanya

Dalam memilih bentuk usaha yang akan digunakan, sangat penting untuk mengenal secara detail yang paling tepat dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan. Baik mendirikan PT maupun CV tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal tersebut wajib dipelajari secara khusus agar semua ketentuan serta aturan di dalamnya dapat bisa dipahami.

PT (Perseroan Terbatas) merupakan perusahaan berbadan hukum yang pendiriannya harus sesuai dengan peraturan tertulis di dalam UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas. PT (Perseroan Terbatas) menjadi badan usaha paling banyak digunakan di Indonesia. PT (Perseroan Terbatas) dapat digunakan untuk skala kecil, skala menengah atau skala besar sekalipun. Sementara CV (Perseroan Komanditer)  yakni bukan usaha berbadan hukum karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya. Pada umumnya, CV banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketentuan Pendirian

Untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) Minimal 2 (dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, dalam aturan Penanaman Modal Asing (PMA), Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan sebagai pendiri. Untuk Perseroan Komanditer (CV) tidak memungkinkan WNA sebagai pendirinya. Sama seperti PT, butuh minimal 2 (dua) orang WNI terlibat dalam pendirian CV.

Pemakaian Nama Perusahaan

PT (Perseroan Terbatas) untuk pemakaian nama telah diatur secara khusus dalam Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:

–  Nama Perseroan harus didahului dengan frasa Perseroan Terbatas atau disingkat PT.

–  Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia, hal tersebut trelah diatur dalam PP No 26 Tahun 1998.

CV (Perseroan Komanditer) sendiri tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur hal tersebut. Artinya, nama Perseroan dapat saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Modal Perusahaan

mendirikan PT (Perseroan Terbatas) untuk modal usaha yang digunakan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dimana disebutkan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut :

– Modal dasar minimal RP. 50.000.000 kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.

– Dari modal dasar tersebut, minimal 25% atau sebesar Rp12.500.000 harus sudah ditempatkan dan disetor para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

Dalam pendirian CV, hal tersebut ini tidak diatur dengan ketentuan khusus. Tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV. Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ditentukan dan dicatat secara mandiri pendiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Pesero Aktif dan Pesero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan, dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara, dan Pelayaran.
  • CV memiliki keterbatasan dan hanya bisa melakukan berbagai kegiatan usaha yang terbatas pada bidang tertentu saja, seperti Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan, dan juga Jasa.

KEPENGURUSAN

Untuk PT (Perseroan TerbataS) harus memiliki minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Khusus perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Apabila ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu di antaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau Direktur Utama. Dalam PT, pengurus juga dapat menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal tersebut telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT, akan dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara kepengurusan di dalam CV akan dilakukan minimal 2 (dua) orang, yakni Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Pendirian PT membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses ini harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI serta mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Sementara pada CV (Perseroan Komanditer), pendiriannya dapat berjalan dengan lebih singkat.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaan anda sendiri? Konsultasi bersama kami : whatsapp ke POPJASA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!

Cabang Surabaya : 081233442301

Cabang Mojokerto : 085335552775

Cabang Malang : 085604848110

Cabang Yogyakarta : 082332126669

Mendirikan PT atau CV di Malang ? Kenali Dulu Perbedaaanya

Dalam memilih bentuk usaha yang akan digunakan, sangat penting untuk mengenal secara detail yang paling tepat dan sesuai dengan bisnis yang akan dijalankan. Baik mendirikan PT maupun CV tentu akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal tersebut wajib dipelajari secara khusus agar semua ketentuan serta aturan di dalamnya dapat bisa dipahami.

PT (Perseroan Terbatas) merupakan perusahaan berbadan hukum yang pendiriannya harus sesuai dengan peraturan tertulis di dalam UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas. PT (Perseroan Terbatas) menjadi badan usaha paling banyak digunakan di Indonesia. PT (Perseroan Terbatas) dapat digunakan untuk skala kecil, skala menengah atau skala besar sekalipun. Sementara CV (Perseroan Komanditer)  yakni bukan usaha berbadan hukum karena tidak ada peraturan tertentu yang mengaturnya. Pada umumnya, CV banyak dipilih untuk kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Ketentuan Pendirian

Untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) Minimal 2 (dua orang terlibat dalam pendiriannya. Keduanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, dalam aturan Penanaman Modal Asing (PMA), Warga Negara Asing (WNA) diperbolehkan sebagai pendiri. Untuk Perseroan Komanditer (CV) tidak memungkinkan WNA sebagai pendirinya. Sama seperti PT, butuh minimal 2 (dua) orang WNI terlibat dalam pendirian CV.

Pemakaian Nama Perusahaan

PT (Perseroan Terbatas) untuk pemakaian nama telah diatur secara khusus dalam Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:

–  Nama Perseroan harus didahului dengan frasa Perseroan Terbatas atau disingkat PT.

–  Nama Perseroan tidak boleh sama atau mirip dengan nama PT yang sudah ada dan berdiri di wilayah Republik Indonesia, hal tersebut trelah diatur dalam PP No 26 Tahun 1998.

CV (Perseroan Komanditer) sendiri tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur hal tersebut. Artinya, nama Perseroan dapat saja memiliki kemiripan atau kesamaan antara satu CV dengan CV lainnya.

Modal Perusahaan

mendirikan PT (Perseroan Terbatas) untuk modal usaha yang digunakan sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dimana disebutkan bahwa modal dasar perseroan ditentukan sebagai berikut :

– Modal dasar minimal RP. 50.000.000 kecuali ditentukan lain oleh undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan usaha tersebut di Indonesia.

– Dari modal dasar tersebut, minimal 25% atau sebesar Rp12.500.000 harus sudah ditempatkan dan disetor para pendiri perseroan selaku pemegang saham perseroan.

Dalam pendirian CV, hal tersebut ini tidak diatur dengan ketentuan khusus. Tidak disebutkan besaran modal dasar yang wajib dimiliki dan juga disetorkan pendirinya. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV. Besarnya modal awal juga tidak ditentukan secara khusus sehingga penyetoran modal ditentukan dan dicatat secara mandiri pendiri perusahaan. Terkait dengan bukti penyetoran modal yang dilakukan Pesero Aktif dan Pesero Pasif, bisa diatur dalam perjanjian khusus yang disepakati semua pihak.

Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

  • PT nonfasilitas meliputi kegiatan usaha Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor), Perindustrian, Pertambangan, Pengangkutan Darat, Pertanian, Percetakan, Perbengkelan, dan Jasa.
  • PT usaha khusus yang meliputi berbagai kegiatan usaha, seperti Forwarding, Perusahaan Pers, Perfilman dan Perekaman Video, Radio Siaran Swasta, Pariwisata, Pengangkutan Udara Niaga, Perusahaan Bongkar Muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut, Ekspedisi Muatan Kapal Udara, dan Pelayaran.
  • CV memiliki keterbatasan dan hanya bisa melakukan berbagai kegiatan usaha yang terbatas pada bidang tertentu saja, seperti Perdagangan, Pembangunan (Kontraktor) sampai dengan Gred 4, Perindustrian, Perbengkelan, Pertanian, Percetakan, dan juga Jasa.

KEPENGURUSAN

Untuk PT (Perseroan TerbataS) harus memiliki minimal 2 (dua) orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Khusus perseroan terbuka, diwajibkan untuk memiliki minimal 2 (dua) orang anggota direksi. Apabila ternyata Direksi dan Komisaris lebih dari satu orang, satu di antaranya dapat diangkat menjadi seorang Komisaris Utama atau Direktur Utama. Dalam PT, pengurus juga dapat menjadi seorang pemegang saham, kecuali hal tersebut telah diatur secara khusus sejak awal. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus PT, akan dilakukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara kepengurusan di dalam CV akan dilakukan minimal 2 (dua) orang, yakni Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Pendirian PT membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab proses ini harus mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI serta mengikuti berbagai prosedur yang cukup panjang. Sementara pada CV (Perseroan Komanditer), pendiriannya dapat berjalan dengan lebih singkat.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaan anda sendiri? Konsultasi bersama kami : whatsapp ke POPJASA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!

Cabang Surabaya : 081233442301

Cabang Mojokerto : 085335552775

Cabang Malang : 085604848110

Cabang Yogyakarta : 082332126669

Cara Mendirikan CV di Wilayah Kediri

Persekutuan Komanditer (Comanditaire Venootschap) atau lebih dikenal dengan istilah CV yakni merupakan persekutuan yang didirikan oleh minimal dua orang yang mempercayakan uang atau barang kepada pihak lain yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Berbeda hal dengan Perseroan Terbatas (PT), pada CV tidak dikenal pembagian penyetoran modal sebagaimana dengan PT. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemisahan kekayaan antara CV dan para pengurusnya. CV merupakan suatu Badan Hukum yang didirikan dengan tujuan untuk memiliki kelegalitas dalam suatu perusahaan agar memudahkan operasional Badan Usaha sehingga cara mendirikan CV juga harus melalui prosedur serta memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan karena mendirikan sebuah CV akan berhubungan dengan peraturan pemerintah. Tujuannya agar resmi legalitasnya.

Cara mendirikan CV suatu perusahaan harus membuat akta pendirian CV di Kantor Notaris terlebih dahulu. Untuk membuat sebuah CV, satu diantara pendiri tersebut akan dijadikan sebagai sekutu aktif dan pendiri lainnya sebagai sekutu pasif. Setelah membuat akta pendirian CV perusahaan di Kantor Notaris, maka daftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri setempat. Setelah mendaftarkan CV di Kantor Pengadilan Negeri, maka harus mengurus SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan). Pengurusan SKDP  dapat dilakukan di kelurahan setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Sebelum mengurus SKDP, maka pastikan bahwa CV yang di dirikan telah memiliki domisili yang tetap. Setelah mengurus SKDP, kemudian diwajibkan untuk mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Untuk mengurus NPWP dapat dilakukan di Kantor Pajak setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Kemudian untuk selanjutnya dapat mengurus surat izin usaha tetap yang sesuai dengan bidang usaha. Prosedur tahap akhir untuk cara mendirikan CV adalah mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Syarat Mendirikan CV

 Syarat yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah CV perusahaan yaitu sebagai berikut :

  1. Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penanggung jawab atau direktur atau pendiri perusahaan. Pendiri perusahaan minimal harus ada dua orang seperti yang sudah dijelaskan di atas
  2. Menyerahkan pass photo dari penanggung jawab perusahaan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan berwarna.
  3. Menyerahkan Fotokopy KK (Kartu Keluarga) milik penanggung jawab atau direktur dari perusahaan
  4. Menyerahkan Surat Keterangan Domisili perusahaan yang didapatkan dari Kantor Kelurahan. Di dalam surat keterangan domisili menjelaskan mengenai alamat lengkap CV. Mengurus surat domisili CV dilakukan setelah mendapatkan akta pendiri CV dari Kantor Notaris
  5. Menyerahkan stempel CV dan materai sebanyak 6 lembar

Keuntungan Mendirikan CV Perusahaan adalah :

Keuntungan dari bidang usaha yang memiliki CV sendiri yaitu akan mudah untuk berkembang dan pengelolaan dari usaha tersebut akan lebih baik karena manajemen akan diduduki oleh otang yang sudah ahli dalam bisang usaha tersebut.

Selain itu, apabila anda memiliki sebuah usaha yang sudah ada CV nya maka bidang usaha anda dapat dipertanggung jawabkan legalitasnya sehingga apabila ada orang yang bertanya terkait tentang status legalitas dari bidang usaha milik anda dapat dibuktikan dengan cara menunjukkan CV yang sudah di buat.

keuntungan dari pembuatan CV lainnya yaitu apabila terjadi kerugian ataupun risiko dari perusahaan, maka dapat ditanggung bersama-sama dengan direktur dan sekutu pasif lainnya. Meskipun cara mendirikan CV memerlukan cara serta syarat yang tidak mudah, namun setelah mendirikan CV akan ada banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Konsultasi ke marketing kami

Cara Mendirikan CV di Wilayah Jombang

Persekutuan Komanditer (Comanditaire Venootschap) atau lebih dikenal dengan istilah CV yakni merupakan persekutuan yang didirikan oleh minimal dua orang yang mempercayakan uang atau barang kepada pihak lain yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Berbeda hal dengan Perseroan Terbatas (PT), pada CV tidak dikenal pembagian penyetoran modal sebagaimana dengan PT. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemisahan kekayaan antara CV dan para pengurusnya. CV merupakan suatu Badan Hukum yang didirikan dengan tujuan untuk memiliki kelegalitas dalam suatu perusahaan agar memudahkan operasional Badan Usaha sehingga cara mendirikan CV juga harus melalui prosedur serta memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan karena mendirikan sebuah CV akan berhubungan dengan peraturan pemerintah. Tujuannya agar resmi legalitasnya.

Cara mendirikan CV suatu perusahaan harus membuat akta pendirian CV di Kantor Notaris terlebih dahulu. Untuk membuat sebuah CV, satu diantara pendiri tersebut akan dijadikan sebagai sekutu aktif dan pendiri lainnya sebagai sekutu pasif. Setelah membuat akta pendirian CV perusahaan di Kantor Notaris, maka daftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri setempat. Setelah mendaftarkan CV di Kantor Pengadilan Negeri, maka harus mengurus SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan). Pengurusan SKDP  dapat dilakukan di kelurahan setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Sebelum mengurus SKDP, maka pastikan bahwa CV yang di dirikan telah memiliki domisili yang tetap. Setelah mengurus SKDP, kemudian diwajibkan untuk mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Untuk mengurus NPWP dapat dilakukan di Kantor Pajak setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Kemudian untuk selanjutnya dapat mengurus surat izin usaha tetap yang sesuai dengan bidang usaha. Prosedur tahap akhir untuk cara mendirikan CV adalah mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Syarat Mendirikan CV

 Syarat yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah CV perusahaan yaitu sebagai berikut :

  1. Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penanggung jawab atau direktur atau pendiri perusahaan. Pendiri perusahaan minimal harus ada dua orang seperti yang sudah dijelaskan di atas
  2. Menyerahkan pass photo dari penanggung jawab perusahaan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan berwarna.
  3. Menyerahkan Fotokopy KK (Kartu Keluarga) milik penanggung jawab atau direktur dari perusahaan
  4. Menyerahkan Surat Keterangan Domisili perusahaan yang didapatkan dari Kantor Kelurahan. Di dalam surat keterangan domisili menjelaskan mengenai alamat lengkap CV. Mengurus surat domisili CV dilakukan setelah mendapatkan akta pendiri CV dari Kantor Notaris
  5. Menyerahkan stempel CV dan materai sebanyak 6 lembar

Keuntungan Mendirikan CV Perusahaan adalah :

Keuntungan dari bidang usaha yang memiliki CV sendiri yaitu akan mudah untuk berkembang dan pengelolaan dari usaha tersebut akan lebih baik karena manajemen akan diduduki oleh otang yang sudah ahli dalam bisang usaha tersebut.

Selain itu, apabila anda memiliki sebuah usaha yang sudah ada CV nya maka bidang usaha anda dapat dipertanggung jawabkan legalitasnya sehingga apabila ada orang yang bertanya terkait tentang status legalitas dari bidang usaha milik anda dapat dibuktikan dengan cara menunjukkan CV yang sudah di buat.

keuntungan dari pembuatan CV lainnya yaitu apabila terjadi kerugian ataupun risiko dari perusahaan, maka dapat ditanggung bersama-sama dengan direktur dan sekutu pasif lainnya. Meskipun cara mendirikan CV memerlukan cara serta syarat yang tidak mudah, namun setelah mendirikan CV akan ada banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Konsultasi ke marketing kami

Cara Mendirikan CV di Wilayah Mojokerto

Persekutuan Komanditer (Comanditaire Venootschap) atau lebih dikenal dengan istilah CV yakni merupakan persekutuan yang didirikan oleh minimal dua orang yang mempercayakan uang atau barang kepada pihak lain yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Berbeda hal dengan Perseroan Terbatas (PT), pada CV tidak dikenal pembagian penyetoran modal sebagaimana dengan PT. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemisahan kekayaan antara CV dan para pengurusnya. CV merupakan suatu Badan Hukum yang didirikan dengan tujuan untuk memiliki kelegalitas dalam suatu perusahaan agar memudahkan operasional Badan Usaha sehingga cara mendirikan CV juga harus melalui prosedur serta memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan karena mendirikan sebuah CV akan berhubungan dengan peraturan pemerintah. Tujuannya agar resmi legalitasnya.

Cara mendirikan CV suatu perusahaan harus membuat akta pendirian CV di Kantor Notaris terlebih dahulu. Untuk membuat sebuah CV, satu diantara pendiri tersebut akan dijadikan sebagai sekutu aktif dan pendiri lainnya sebagai sekutu pasif. Setelah membuat akta pendirian CV perusahaan di Kantor Notaris, maka daftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri setempat. Setelah mendaftarkan CV di Kantor Pengadilan Negeri, maka harus mengurus SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan). Pengurusan SKDP  dapat dilakukan di kelurahan setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Sebelum mengurus SKDP, maka pastikan bahwa CV yang di dirikan telah memiliki domisili yang tetap. Setelah mengurus SKDP, kemudian diwajibkan untuk mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Untuk mengurus NPWP dapat dilakukan di Kantor Pajak setempat sesuai dengan domisili dari CV.

Kemudian untuk selanjutnya dapat mengurus surat izin usaha tetap yang sesuai dengan bidang usaha. Prosedur tahap akhir untuk cara mendirikan CV adalah mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

Syarat Mendirikan CV

 Syarat yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah CV perusahaan yaitu sebagai berikut :

  1. Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penanggung jawab atau direktur atau pendiri perusahaan. Pendiri perusahaan minimal harus ada dua orang seperti yang sudah dijelaskan di atas
  2. Menyerahkan pass photo dari penanggung jawab perusahaan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan berwarna.
  3. Menyerahkan Fotokopy KK (Kartu Keluarga) milik penanggung jawab atau direktur dari perusahaan
  4. Menyerahkan Surat Keterangan Domisili perusahaan yang didapatkan dari Kantor Kelurahan. Di dalam surat keterangan domisili menjelaskan mengenai alamat lengkap CV. Mengurus surat domisili CV dilakukan setelah mendapatkan akta pendiri CV dari Kantor Notaris
  5. Menyerahkan stempel CV dan materai sebanyak 6 lembar

Keuntungan Mendirikan CV Perusahaan adalah :

Keuntungan dari bidang usaha yang memiliki CV sendiri yaitu akan mudah untuk berkembang dan pengelolaan dari usaha tersebut akan lebih baik karena manajemen akan diduduki oleh otang yang sudah ahli dalam bisang usaha tersebut.

Selain itu, apabila anda memiliki sebuah usaha yang sudah ada CV nya maka bidang usaha anda dapat dipertanggung jawabkan legalitasnya sehingga apabila ada orang yang bertanya terkait tentang status legalitas dari bidang usaha milik anda dapat dibuktikan dengan cara menunjukkan CV yang sudah di buat.

keuntungan dari pembuatan CV lainnya yaitu apabila terjadi kerugian ataupun risiko dari perusahaan, maka dapat ditanggung bersama-sama dengan direktur dan sekutu pasif lainnya. Meskipun cara mendirikan CV memerlukan cara serta syarat yang tidak mudah, namun setelah mendirikan CV akan ada banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan.

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Konsultasi ke marketing kami

Syarat dan Prosedur Pendirian Yayasan Di Wilayah Blitar

Untuk mendirikan Yayasan adalah hal yang sangat  penting untuk diingat yakni adanya pemisahan kekayaan antara harta Yayasan dan juga harta pendiri Yayasan. Alasan dari pemisahan kekayaan tersebut bertujuan agar tidak terjadi kesalah pahaman. Hal ini disebabkan oleh pendiri Yayasan tidak diperbolehkan menjadi pengurus Yayasan yang dibangunya. Apabila anda bekeinginan untuk mendirikan suatu Yayasan , terdapat berbarapa persayataratan yang harus anda penuhi terlebih dahulu.

Pemerintah No. 63 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan Undang-undang tentang Yayasan. Dokumen yang harus diurus untuk Mendirikan Yayasan, yaitu :

  1. Akta Pendirian Yayasan dari Notaris
  2. Surat Keterangan Domisili Perusahaan dari Kelurahan
  3. Surat Keterangan Terdaftar/NPWP dari Kantor Perpajakan
  4. Surat Keputusan Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia
  5. Pengumuman dalam lembaran Berita Negara RI dari Perum Percetakan Negara RI
  6. Tanda Daftar Yayasan dari Dinas Sosial

Syarat dan Dokumen yang diperlukan/disiapkan untuk Mendirikan Yayasan, antara lain :

  1. Nama Yayasan
  2. Jumlah Kekayaan Awal Yayasan/Anggaran Dasar Rumah Tangga
  3. Bukti Modal/Aset sebagai kekayaan awal Yayasan/Anggaran Dasar Rumah Tangga
  4. Fotocopy KTP Para Pendiri
  5. Fotocopy KTP Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan
  6. Fotocopy NPWP para pendiri
  7. Fotocopy bukti kantor Yayasan (berupa SPPT PBB/Surat Perjanjian Sewa)
  8. Surat Pengantar RT/RW sesuai domisili Yayasan
  9. Syarat lainnya jika diperlukan

Bagaimana Prosedur Mendirikan Yayasan?

Apabila anda ingin mendirikan Yayasan sebenarnya relatif mudah, dikarenakan Notaris sangat memegang peranan penting dalam hal ini. Perlu anda ketahui, bahwa Akta Pendirian Yayasan haruslah dibuat dalam bentuk Akta Notaris. Selain itu Notarislah yang akan mengawal proses pendirian Yayasan, mulai dari pemesanan nama, pengajuan permohonan pengesahan badan hukum Yayasan kepada Menteri, hingga penerimaan berkas-berkas proses jadinya Yayasan.

Apabila syarat-syarat tersebut sudah lengkap, maka para pendiri bersama-sama menghadap Notaris untuk menandatangani akta pendirian. Maka Yayasan ini sudah dianggap berdiri sejak ditandatanganinya akta pendirian oleh para pendiri di hadapan Notaris. Namun Yayasan ini belum sah menjadi Badan Hukum. Untuk itu Notarislah yang akan segera memproses pengesahan badan hukum Yayasan ke Kementrian Hukum dan HAM RI.

Setelah Akta Pendirian Yayasan ini disahkan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan HAM maka Yayasan dianggap sebagai pihak yang dapat melakukan perbuatan hukum yang secara hukum juga akan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya. Jadi pertanggungjawaban tersebut melekat setelah Akta Pendirian Yayasan disahkan oleh Menteri.

Pasal 3 ayat 2 undang-undang yayasan no.28 tahun 2004 telah menerangkan, pendirian yayasan haruslah bertujuan sosial, keagamaan dan kemanusian. Proses pendirian yayasan dapat didirkan minimum oleh satu orang, namun saat pendirian yayasan harus dapat menunjukan bukti pemisahaan harta antara pendiri dan yayasan yang didirikanya.

Pendiri yayasan juga wajib untuk menunjukan modal awal untuk proses pendirian yayasan sebesar Rp. 6.000.000. Selanjutnya proses pembuatan Yayasan kurang lebih selama dua bulan.

Kegiatan Usaha Yayasan

  • Yayasan diperbolehkan melakukan kegiatan usaha dengan cara ikut serta atau menderikan badan usaha
  • Yayasan dilarang membagikan hasil usahanya kepada pembina, pengurus dan pengawas
  • Yayasan dapat menjalankan bidang usaha yang bersifat prospektif maksimal sebesar 25 (dua puluh lima) % dari total kekayaan yayasan
  • Larangan fungsi rangkap Anggota Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan sebagai Anggota Direksi atau Pengurus dan Anggota Dewan Komisaris atau Pengawas
  • Kegiatan usaha harus sesuai dengan tujuan yayasan serta tidak menyimpang dari ketertiban umum, norma kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Apabila anda butuh bantuan untuk mewujudkan perusahaanmu sendiri? Ayo hubungi kami via telepon atau whatsapp ke JASAMURA dan dapatkan tawaran khusus secara langsung!